Tampilkan postingan dengan label ISLAMIndah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMIndah. Tampilkan semua postingan

Haramkah Karya Fiksi?

Pandangan syariat tentang menulis dan membaca cerita fiksi.

السؤال
هل يحل في الإسلام تأليف الكتب الخيالية أم يعتبر هذا نوعاً من الكذب؟

Pertanyaan, “Apakah di dalam Islam diperbolehkan menulis buku cerita fiksi atau cerita fiksi dinilai sebagai bagian dari dusta?”

الفتوى
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: “حدثوا عن بني إسرائيل ولا حرج” رواه أحمد وأبو داود وغيرهما، وزاد ابن أبي شيبة في مصنفه: “فإنه كانت فيهم أعاجيب”.
وقد صحح الألباني هذه الزيادة

Mari Beradab Saat Membaca Al-Qur'an


Al Qur’an adalah kitab suci bagi umat Islam. Selain itu, al Qur’an juga dikenal sebagai pedoman hidup dan bahkan secara harfiah, al Qur’an bermakna bacaan yang sempurna. Karena posisi al Qur’an sebagai kitab suci dan bacaan yang sempurna, hendaknya saat membaca al Qur’an umat Islam tidak diperkenankan berbuat dan bertingkah sembarangan. Ada adab atau etika yang harus dipatuhi ketika membacanya al Qur’an.

Berikut ini, beberapa adab membaca al Qur’an yang patut untuk diperhatikan.
1.      Membersihkan mulut/bersiwak dan berwudhu sebelum membaca al Qur’an. Dalam mazhab Syafi’i, wudhu sebelum membaca Qur’an tidak wajib melainkan sunnah kecuali jika al Qur’an itu hendak disentuh, maka wajib wudhu. Hal itu didasarkan firman Allah swt. “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al Waqi’ah: 79).
2.      Membaca al Qur’an hendaknya dilakukan di tempat yang bersih dan dengan pakaian yang bersih.
3.      Duduk dan menghadap kiblat dengan hati khusyuk, menundukkan kepala dan tidak sombong.
4.      Menbaca ta’awudz (minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan). Itu didasarkan firman Allah swt. “Apabila kamu membaca al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” (QS. 16: 98).
5.      Membaca basmalah pada setiap awal surat, kecuali awal surat At Taubah.
6.      Membaca al Qur’an dengan perlahan, tidak tergesa-gesa, dan benar. Hal itu didasarkan firman Allah, “Dan bacalah al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al Muazzammil: 4).
7.      Membaca al Qur’an dengan berusaha berpikir dan memahami makna yang terkandung di dalam setiap ayat yang dibaca.
8.      Membaca dengan suara dan lagu yag bagus. Nabi SAW bersabada “Hiasilah al Qur’an itu dengan suaramu.” (HR. Muslim).
9.      Berhenti sejenak untuk berdoa saat membaca ayat rahmat dan ayat azab. Dari Huzaifah, dia berkata: Pada suatu malam aku sholat bersama nabi Muhammad, beliau membaca al Baqarah, an Nisaa’ kemudian Ali Imran. Beliau membaca perlahan-lahan. Apabila sampai di ayat tasbih beliau bertasbih dan apabila sampai di ayat permohonan beliau memohon dan apabila sampai ayat ta’awudz (mohon perlindungan) beliau mohon perlindungan (HR. Muslim).
10.  Bila membaca ayat sajdah, bersujudlah (sujud tilawah). Pernah Umar membaca surat an Nahl pada hari Jumat di atas mimbar. Ketika membaca ayat sajdah, beliau turun  dan sujud, begitu juga orang-orang yang lain ikut sujud bersama beliau. Dan ketika datang Jumat berikutnya ia membaca surat tersebut dan ketika sampai pada ayat sujud, ia berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kita melalui ayat sajdah. Barangsiapa yang sujud, maka ia telah mendapat pahal dan barangsiapa yang tidak sujud maka tiada dosa baginya.” Dan Umar tidak sujud.” (HR.Bukhari).

Daftar Pustaka: 
Mursidi, Nur. 2013. Mari Beradab Saat membaca Al-Qur'an. Jawa: Majalah Hidayah.

Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Berikut adalah fatwa ulama besar Syaikh (Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah), dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.
Beliau rahimahullah pernah ditanya,
“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”
 Beliau rahimahullah menjawab :
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca : ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya ‘Ahkamu Ahlidz Dzimmah’. Beliau rahimahullah mengatakan:
“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.
Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah. Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman: “Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar: 7)
Allah Ta’ala juga berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah: 3)
“Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?

Berikut ini, kami ketengahkan sebuah karya tulis perihal beberapa kesalahan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin berkaitan dengan Lailatul Qadar. Makalah yang ditulis oleh Syaikh Masyhur bin Hasan, kami terjemahkan dari Al Ashalah, Edisi 3/15 Sya'ban 1413H halaman 76 - 78. Semoga bermanfaat dan sebagai peringatan bagi kami dan segenap kaum muslimin.
Kesalahan-kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa kaum muslimin dalam masalah puasa dan shalat tarawih sangat banyak; baik dalam masalah keyakinan, hukum atau perbuatan. Sebagian mengira, bahkan meyakini beberapa masalah yang bukan dari Islam, sebagai rukun Islam. Mereka mengambil sesuatu yang rendah (dalam urusan puasa dan lainnya), sebagai pengganti yang lebih baik, karena mengikuti orang- orang Yahudi. Padahal Nabi telah melarang menyerupai mereka. Bahkan beliau menekankan serta menegaskan, agar (kaum Muslimin) menyelisihi mereka.
Diantara kesalahan ini, ada yang khusus berkaitan dengan lailatul qadar. Kesalahan ini kami bagi menjadi dua bagian.

Petunjuk Fiqh Shaum Ramadhan

Disarikan dari kitab Majalisu Syahri Ramadhan Syeikh Al Utsaimin dan Kitab Fatawa Ramadhan, kumpulan ulama, Abu Muhammad Abdul Maqsud, Oleh Zein Abu Wafa’.
Keutamaan Shaum
1.  Telah mewajibkannya kepada semua ummat manusia, bahwa Allah berfirman :“Wahai  Orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian shaum sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu betaqwa.” (QS.2:183).

2.  Bersabda Rasulullah Saw.: Shaum pada bulan suci Ramadhan sebab diampuninya dosa dan dihapusnya kesalahan, Dari Abu Huraerah

“Barangsiapa yang shaum karena iman dan mengharap ridha Allah, dimaafkan baginya dosanya yang telah lampau.” (HR. Bukhari – Muslim)

3. Pahala shaum tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi orang shaum pahalanya diberikan tanpa  batas, Rasulullah Saw bersabda:
“Setiap amalan Bani Adam baginya dilipat gandakan kebaikannya dengan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat kebaikan . Allah berfirman : Kecuali shaum, karena ia semisalnya,  adalah milik-Ku dan Akulah yang memberikan pahalanya ia meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena (perintah)Ku.” (HR. Muslim)

4. Shaum sebagai perisai. Dari Abu Hurairah bersabda : “Shaum adalah perisai, makar bahwa Rasulullah   apabila pada suatu hari salah seorang diantara kalian shaum, maka janganlah ia marah, jikalau ia dicacimaki oleh seseorang atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan : “Saya sedang Shaum.” (HR. Bukhari – Muslim).

5.  bersabda Rasulullah Saw.: Shaum dapat memberikan syafaat bagi yang melaksanakannya pada hari kiamat.
“Shaum dan Al-Qur’an akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat. Shaum akan berkata: Wahai Rabbku Aku telah melarangnya dari makanan dan syahwatnya maka berikanlah syafa’atku kepadanya…..” (HR. Ahmad).

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar hari ini? semoga kita masih dalam lindungan-Nya..
Ok ok ok,,Untuk episode kali ini, saya akan memberikan kepada Anda sebuah aplikasi (khusus) bagi Anda yang beragama Islam (bisa juga agama lain). Lebih spesifik, bagi muslim yang mungkin cara membaca AlQur'annya masih berantakan (kayak kamarmu, hehe) atau masih banyak yang keliru sehingga membuat arti dari ayat dalam AlQuran itu sendiri menjadi berubah dan ini menjadi sesuatu yang sangat fatal. Misalnnya, kita mempertukarkan huruf yang cara penyebutannya itu hampir sama, memanjangkan suatu huruf yang seharusnya tidak boleh dipanjangkan dan atau men-tasjij-kan suatu huruf yang seharusnya tidak perlu. Padahal hal seperti itu akan mengubah makna dari ayat yang kita baca. 

Secara aplikasi, hukum membaca Alquran sesuai dengan kaidah tajwid yaitu Wajib 'ain atau wajib bagi setiap orang. sedangkan secara teori, hukum mempelajari ilmu tajwid dalam islam adalah Wajib Kifayah. Artinya, jika sebagian yang lain sudah mempelajarinya, sebagian yang lain akan gugur kewajibannya. dengan perkataan lain cukup. pertanyaan: Apakah sudah cukup??

Nah, Oleh karena itu, Aplikasi ini hadir untuk membantu kita dalam menunaikan salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim dan pastinya akan berbuah pahala yang akan kita petik di akhirat nanti. 

Aplikasi ini juga cocok untuk para guru yang mengajar tentang masalah tajwid AlQur'an ini sebagai media pembelajaran sehingga orang yang diajar akan lebih paham dibandingkan jika mengajar hanya dengan modal papan tulis dan buku saja.

Dikatakan demikian, karena aplikasi ini sangat komunikatif bagi si pemakainya. Bahkan mungkin tanpa seorang guru yang menjelaskannya pun kita sudah paham hanya melalui aplikasi ini. Mengapa? Karena selain berupa penjelasan yang detail disertai dengan contoh, juga dilengkapi dengan suara penyebutan contoh tajwidnya. Jadi, kita tinggal meng-klik contoh tajwidnya dan suara pun akan keluar sehingga kita paham betul penyebutan yang benar. Selain itu, tampilannya pun sangat fresh karena mungkin semua warna dipakai untuk memperindah apikasi ini. Berikut tampilannya.


Gimana? fresh kan? kalo begitu, langsung download aja linknyaa di bawah ini
Download Aplikasi Tajwid

Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi manusia (bukan hanya orang Islam) yang harus kita pahami apa makna di dalamnya. Jika dari cara membaca Al-Qur'an saja sudah tidak benar, bagaimana kita akan memahami isi dari Alqur'an? Semoga Allah meridhoi kita dan kelak akan memasukkan kita ke dalam Jannha-Nya.....Amin.


Semoga Bermanfaat!!!

Benarkah Perempuan Banyak Menghuni Neraka?

[Penghuni neraka disebut-sebut kebanyakan perempuan. Takdir ataukah ada alasan di balik pandangan itu?]

Adanya hadits yang menyatakan penghuni neraka kebanyakan perempuan seakan menunjukkan bahwa perempuan adalah makhluk yang paling banyak melakukan dosa dibanding lainnya. Ironisnya, bahkan dari sinilah anggapan bahwa perempuan merupakan ‘biang’ atau penyebab terjadinya fitnah dan kerusakan di muka bumi makin kuat. (Dalam sebuah lagu, wanita disebut sebagai ‘racun dunia’).
 
Namun, apakah benar demikian?
 
Apakah hadits-hadits tersebut muncul begitu saja tanpa ada asbabul wurud (sebab –sebab terjadinya sebuah hadits) di baliknya? Berikut ulasannya.

Setangkup Doa dari Sebuah Bersin

[Bersin memang terkesan seuatu yang remeh, tidak pentingdan sepele. Banyak orang yang tidak tahu makna sebenarnya di balik bersin itu dan apa kesunnahan ketika orang bersin.]
 
Secara medis, bersin itu sebuah mekanisme pertahanan tubuh. Ia merupakan reaksi dari tubuh yang mencegah masuknya zat asing ke dalam tubuh. Dengan perkataan lain, saat orang bersin, seseoarng sebenarnya mengeluarkan udara dengan kuat sebagai respon tubuh melalui membran hidung sebagai akibat bakteri atau kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung. Tak salah, bersin dapat menjaga tubuh dari kedatanagn bakteri.
 
Alasan itu yang menjadikan bersin dalam pandangan Islam, diangap sebagai hal yang baik, sebuah anugerah. Karena itulah, ia sepatutnya disyukuri. Bahkan, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasalllam mengajurkan, jika ada yang orang mengucap Hamdalah sehabis bersin, orang muslim yang di dekatnya agar mendoakannya.
 
Nabi Sallallahu ‘alaihi Wasalllam bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam; jika ia mengundangmu, maka datanglah; jika ia meminta nasihat kepadamu, maka berilah nasihat; jika ia bersin lalu mengucapkan alhamdulillah, maka doakanlah; jika ia sakit, maka jenguklah; jika ia meninggal, maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)
 
Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasalllam bahkan memberi suri tauladan bagaimana seseorang yang medengar orang muslim yang bersin dan kemudian memuji Allah agar membalas pujian itu. “Apabila salah seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah ‘Alhamadulillah’ dan hendaklah orang yang mendengar menjawab dengan ‘Yarhamukallahu’. Dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan ‘Yahdikumullahu wa Yuslihubaalakum’.” (HR. Bukhari)
 
Mendoakan orang yang bersin itu,selain sebagai sebuah ungkapan syukur, juga sekaligus memenuhi hak orang lain. Saat orang bersin, sebenarnya ia mengalami gerak refleks yang mengakibatkan otot muka menjadi menegang dan jantung serasa terhenti untuk sementara waktu. Tetapi selesai bersin, jantung akan kembali normal. Makanya mengucapkan hamdalah merupakan satu bentuk ungkapan syukur. Sementara orang muslim di dekatnya dituntut untuk membalas mendoakan. Namun, jika orang yang bersin itu tidak mengucapka hamdalah, maka tidak ada lagi hak untuk didoakan.
 
Islam memandang bersin sebagai anugerah dan karena itu dituntut mengucap hamdalah. Lebih dari itu, bersin itu disukai Allah. Hal ini berdasarkan Sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasalllam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin, pujilah Allah. Karena setiap orang yang mendegar pujian itu akan menjawabnya. Adapun menguap, maka itu dari setan, maka lawanlah sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi ‘Aaaa’, maka setan pun tertawa karenanya.” (HR. Bukhari)  
 
Sumber: Majalah Hidayah Edisi 114 halaman 136-137

Menyikapi Valentine’s Day

[Hari valentine (Hari Kasih Sayang) akan segera tiba, tahukah Anda bahwa memperingati Hari Valentine konotasinya adalah pemujaan terhadap dewa? Bagaiamnakah menyikapinya?]

Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari begitu semarak tiap tahunnya di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Hari tersebut di anggap sebagai hari spesial utuk mencerahkan kasih sayang.
Namun, tidak semua negara di dunia ini memperbolehkan adanya perayaan Hari Valentine oleh masyarakatnya. Di Iran, toko-toko dilarang untuk menjual kartu dan hadiah valentine sebagai hari kasih sayang di republik Islam itu. Pencetakan dan produksi setiap barang yang terkait dengan hari itu, termasuk poster, kotak, dan kartu yang dihiasi dengan hati atau separuh hati, bunga mawar merah, dan setiap kegiatan untuk mendorong hari itu dilarang.

Aplikasi Pengingat Sholat: Shollu 3.07

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil'alamin, pada postingan kali ini, saya akan memberikan sebuah aplikasi indahvkepada teman-teman, khususnya bagi yang Muslim. Nah, aplikasi ini bernama Shollu 3.07. Shollu ini merupakan aplikasi komputer/NB/laptop yang berguna untuk mengingatkan kita untuk melaksanakan Rukun Islam yang satu ini, yakni sholat lima kali sehari semalam. Berbagai macam pilihan untuk pengingat sholat dengan menggunakan aplikasi ini. Bisa menggunakan adzan - yang secara otomatis berkumandang di komputer kita ketika waktu sholat tiba - atau bisa langsung meng-turn off-kan atau meng-hibernate-kan komputer kita ketika waktu sholat tiba. Selain itu, dengan aplikasi ini juga kita bisa menambahkan pengingat lain, seperti pengingat waktu untuk tidur (disertai dengan doa sebelum tidur) atau yang lain sesuai keinginan kita.

Tidak sedikit orang yang melalaikan  atau lupa kewajiban sholat ini diakibatkan oleh kesibukannya di depan komputer, baik itu kerja tugas kuliah maupun hanya sekedar bermain Facebook. Oleh karena itu, semoga dengan hadirnya aplikasi ini dapat membuat kita tetap ingat kepada Sang Pencipta di tengah kesibukan kita masing-masing.

Yang ingin memakai aplikasi ini, silahkan download menggunakan link di bawah ini! (file dalam bentuk Winrar)


Catatan:
Aplikasi ini merupakan aplikasi buatan tahun 2006, sehingga aplikasi ini mungkin sudah mempunyai versi terbaru. Jika teman-teman mempunyai aplikasi versi terbaru dari Shollu ini, harap bisa di-share di blog ini.ok

Semoga Bermanfaat!

Dzikir Setelah Shalat

Assalamualaikum Wr. Wb.
Perkara shalat merupakan perkara yang sangat penting untuk kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. perkara shalat ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang jelas-jelas tercantum di dalam Al Qur'an dan perkara shalat ini juga sudah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW mulai dari niat sampai pada salam dan setelahnya. Namun banyak kaum muslimin yang tidak berpedoman dan tidak mencontoh dari apa yang telah dicontohkan Muhammad SAW.

Postingan kali ini terkait dengan dzikir setelah shalat yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Muhammad SAW. Banyak dari kaum muslimin tidak tahu dengan hal ini, mereka hanya sekedar ikut-ikutan apa yang dikatakan imam dengan suara yang keras sementara imam itu sendiri tidak paham akan hal ini yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Muhammad SAW. Semoga dengan postingan kali ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua dan seyogyanya disampaikan kepada saudara-saudara muslim kita yang lain. silahkan link di bawah ini untuk membaca dan mengunduh file dzikir setelah shalat ini.


Semoga Bermanfaat!

Kumpulan Doa dalam Al Qur'an dan Hadits

Telah banyak buku do’a yang tersebar di tengah masyarakat Islam. Ada yang berpedoman dengan ajaran Al-Qur’an, Sunnah, atau lainnya. Kadang masyarakat awam tidak dapat membedakan antara do’a yang sejalan dengan ajaran Nabi dan mana yang tidak. Sedangkan do’a yang tidak berdasarkan ajaran Nabi , ada yang berbau syirik, menyesatkan dan terkadang dapat menghapus aqidah Islam secara total. Nha, postingan kali ini mengenai kumpulan doa yang berdasar pada Al Qur'an dan Hadits-hadits dari Rasulullah SAW. Bagi yang ingin melihat sekaligus mengunduhnya, langsung klik di sini saja

Pacaran Islami... Ada Nggak Ya???

Bagi remaja, bila istilah itu disebut-sebut bisa membuat jantung berdetak lebih kencang. Siapa sih yang nggak semangat bila bercerita seputar aktivitas pacaran ini? Semua orang yang normal pasti seneng. Apalagi yang digambarkan dalam cerita film dan novel, baik yang happy ending maupun unhappy ending kisah-kasih itu. Tetap mengasyikan. Pokoknya aktivitas baku syahwat yang memang bukan barang baru di kalangan remaja itu terus diekspos dan dibuat seolah-olah legal.
Punya tampang sekeren personelnya “Westlife”? Dijamin bakal dikejar-kejar kaum Hawa. Baik yang mengejar ingin dikencani maupun yang ingin nagih utang (hua..ha..ha..). Coba aja bayangin, wanita mana sih yang nggak deg-degan kalo lihat tampangnya si Mark atawa Kian? Wuih, histeris, Brur! Maklum cowok ABG yang tergabung dalam kelompok Westlife ini cool banget. Jadi nggak heran kalo anak cewek merasa nyaman dapat gacoan model begitu.

Rokok itu Haram (Sebuah Fatwa)

Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al Utsaimin Pernah ditanya tentang seputar hukum Rokok, maka beliau memberikan penjelasan tentangnya..
Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i’tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).
Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi Wasallam. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.

SHALAT JAMAAH YANG BAIK DAN BENAR

DIMENSI-DIMENSI AJARAN ISLAM

HARIYONO USMAN / SAPARUDDIN

A.    PENDAHULUAN

Agama adalah sebuah realitas yang senantiasa melingkupi manusia. Agama muncul dalam kehidupan manusia dalam berbagai dimensi, termasuk agama Islam. Namun, yang menjadi tolak ukur dalam membedakan suatu agama adalah isi atau dimensi ajaran agamanya. Dalam Islam, ajaran Islam adalah pengembangan agama Islam. Komponen utama agama Islam atau unsur utama ajaran agama Islam (akidah, syari’ah, dan akhlak) dikembangkan dengan rakyu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya. Yang dikembangkan adalah ajaran agama yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadist. Dengan kata lain, yang dikembangkan lebih lanjut supaya dapat dipahami oleh manusia.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang paling sempurna, karena memang semuanya ada dalam Islam, mulai dari urusan buang air besar sampai urusan negara. Islam telah memberikan petunjuk di dalamnya.

Salman Al-Farisi berkata,“Telah berkata kepada kami orang-orang musyrikin, ‘Sesungguhnya Nabi kamu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai buang air besar!’ Jawab Salman, ‘benar!” (Hadits Shohih riwayat Muslim). Hal ini dapat menunjukkan betapa sempurnanya agama Islam dan luasnya petunjuk yang tercakup di dalamnya, yang tidaklah seseorang itu butuh kepada petunjuk selainnya, baik itu teori demokrasi, filsafat atau lainnya; ataupun ucapan Plato, Aristoteles atau siapa pun juga.

 Oleh karena itu, sebagai muslim dan muslimat kita patut bersyukur memeluk agama Islam. Tetapi kesyukuran itu harus diikuti dengan mempelajari agama Islam itu sendiri, yakni ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya secara baik dan benar serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Mempelajari ajaran Islam tersebut merupakan fardhu kifayah yakni kewajiban kemasyarakatan kaum muslimin. Di samping itu, ajaran Islam bersifat totalitas dan saling melengkapi. Dalam perkataan lain, bahwa kita mengamalkan ajaran Islam termasuk dimensi-dimensinya. Sehingga pada makalah ini akan membahas tentang dimensi-dimensi yang ada dalam ajaran agama Islam dan mengenai akidah, syariah, dan akhlak yang juga merupakan unsur pokok dalam ajaran Islam.

Dalam makalah yang berjudul “Dimensi-Dimensi Ajaran Islam” ini akan membahas 5 poin penting mengenai dimensi-dimensi ajaran Islam, yaitu:

1.    Dimensi Ritual
2.    Dimensi Mistikal
3.    Dimensi Ideologi
4.    Dimensi Sosial
5.    Akidah, Syariah, dan Akhlak