Tampilkan postingan dengan label Tentang Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Prosa. Tampilkan semua postingan

Sayap Persahabatan (Sebuah Cerpen)

Menikah adalah cara mendapatkan rezeki dari Allah. Setidaknya, itulah yang dirasakan Dayat saat ini. Setelah menikah, Ia jadi giat mencari pekerjaan untuk menghidupi istri dan anak-anaknya nanti. Alhasil, kerja kerasnya tergantikan oleh kesejahteraan hidup yang selalu disyukurinya di setiap sujud waktunya. Ilmu yang didapatkannya semasa kuliah di Fakultas Ekonomi dulu dapat dimanfaatkannya dengan baik. Di antara teman kuliahnya yang selesai, Ia yang paling cepat menikah, tepatnya satu bulan setelah wisuda. Yah, begitulah laki-laki sholeh yang tak ingin berlama-lama dalam membujang, takut terjerumus dalam lubang kemaksiatan katanya. Sebulan setelah wisuda, Ia mempersunting Nining, teman kuliahnya dulu. Sejak pandangan pertama, seperti sudah ada benang merah yang mengikat mereka berdua berdua, sehingga selepas wisuda Dayat menjadikan Nining sebagai bu dari anak-anaknya. Dayat sekarang bekerja sebagai staf pemasaran di perusahaan taksi di kota Kendari. Saat ini, Dayat dan Istrinya sudah tidak tinggal bersama orang tua Dayat. Mereka sekarang tinggal di sebuah perumahan – tidak jauh dari tempat kerja Dayat sehari-hari.
                                                                              * * *

Antara Roman, Novel, dan Cerpen

Pernahkah anda membaca roman? Kisah-kisah legendaris Siti Nurbaya, Sengsara Membawa Nikmat, Layar Terkembang, Salah Asuhan, Katak Ingin Menjadi Lembu, Anak Perawan Di Sarang Penyamun, Jeumpa Aceh, Atheis, Hulubalang Raja, Di Bawah lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dan masih banyak lagi yang lain.
 
Saat ini roman sudah hampir punah dari dunia sastra Indonesia, padahal Roman adalah salah satu bentuk sastra yang terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Dalam roman para penulisnya meniupkan ruh perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda, walaupun dengan bentuk yang samar-samar.
 
Yang menjadi pertanyaan apakah yang menjadi perbedaan antara roman dengan novel dan cerpen?
Hariyono Usman

Chick lit relijius atau lebih tepatnya islami merupakan cerita tentang percintaan antara manusia yang dihubungkan dengan unsur-unsur agama Islam. Dengan kata lain, kisah percintaan yang berdasarkan atau secara islami. Kesan islami tersebut segera timbul bila hanya melihat sampulnya yang biasanya menampilkan sesosok wanita atau wajah wanita dan pria, dimana si Wanita biasanya mengenakan jilbab dan si Pria mengenakan kopiah atau semacamnya. Tokoh-tokohnya adalah tokoh-tokoh yang alim (pandai ilmu agama) dan cukup sibuk dan profesional yang waktu senggangnya digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kebaikan dunia dan kebaikan di akhiratnya kelak seperti, sholat, belajar agama, ke perpustakaan, dan mengisi kajian agama. Nama mereka juga menggunakan nama-nama yang islami atau nama yang tidak “trendy” di kalangan orang yang gaul dan trendy pula seperti Farid, Siti Fatimah, Rizqaan, Halimah, Harman, dan Farha. Mereka merupakan tokoh-tokoh yang mampu menunjukkan kemusliman dan kemuslimahannya, tetapi mereka juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai manusia ciptaan Tuhan yang dapat mengganggu identitas mereka sebagai muslim sejati. Mereka hidup di dunia modern tapi tidak terpengaruh oleh aktivitas-aktivitas modern yang bagi mereka tidak mempunyai sama sekali malah bisa menjatuhkan mereka dalam lembah kebinasaan. Namun sebagian mereka juga tidak ketinggalan dengan teknologi modern yang terus megalami perkembangan mulai dari telepon, handphone, serta internet (email). Juga dengan selipan-selipan phrasa Arab yang tak belebihan tapi tepat.
Namun, dibalik itu semua sebenarnya dunia yang digambarkan mempunyai masalah-masalah yang khusus, yang kadang bertentangan dengan apa yang mereka pahami selama ini atau bertentangan dengan identitas mereka sebagi seorang muslim/muslimah. Mereka juga memegang nilai-nilai tertentu yang mereka dapatkan dari hidayah Allah Swt. Tulisan ini akan berusaha mengungkapkan nilai-nilai itu, didasarkan atas tiga buah chick lit relijius yang mempunyai kisah berbeda yang ditulis oleh pengarang. Ketiga chick lit relijius yang dipilih, Sepertiga Malam, Sandiwara Langit, dan Disangkanya Cinta. Ketiga chick lit ini ada yang berupa novel ada juga yang berupa cerpen yakni, Disangkanya Cinta. Namun, yang dilihat bukan novel ataupun cerpennya, tetapi penelitian ini lebih ke isi cerita dari ketiga chick lit ini dengan melihat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.